Jumat, 17 Juli 2009

ASA YANG TERHEMPAS


PAMENANG 20-07-2009

berkata tampa suara, berjumpa tampa wajah...
hanya itu yang mampu ku lakukan kala ini ......
walau sepanjang manapun luahan ini aku karang , namun ia masih tak mampu
menterjemahkan keluhan hatiku ini .
betapa pedihnya kecewa yang kau hadiahkan padaku ....
suatu waktu dulu , kaulah insan yang paling ku sayangi, ku kagumi...., tapi kini kaulah insan yang paling ku benci .
kau menagih kasihku tapi kau mempermainkan perasaanku, kau mengukir janji lantas kau memungkiri.
kau tega membiarkan aku dipermainkan perasaanku sendiri, ditertawa bayang-bayang sendiri,
betapa aku sadar .... kini kau lah manusia paling miskin..!, miskin budi bicara.
apa arti cinta yang kau berikan untuk ku ...???
begitu murah sekalikah kau menawar harga perkenalan kita pada musim lalu ??
apakah aku terlalu hina hingga kau permainkan....??
kau yang memulai segalanya , tapi kau yang terpaksa mengakhiri segalanya.....
kini , sglanya telah berlalu. aku amat terluka dengan sikapmu, sekali terlintas di pikiranku
untuk membalas dendam, tapi itu bukan caranya, cara membalas dendam yang terbaik
adalah hidup gembira'.. ya... aku gembira dengan kehidupan ku sekarang , cuma satu
yang ku pinta, hargailah persahabatan kita, walau sedetik kenanglah betapa susah
kita membinanya.....
aku terpaksa mengundurkan diri . aku tak rela terus menjadi bahan mainan mu,
hati ku bukanlah pualam , ia hanyalah seketul daging berdarah.
aku sudah tak sanggup berkorban lagi.
andai pengorbanan itu harga sebuah cinta kita, aku tlah banyak membayar harga cinta kita.
tapi, setelah pengorbanan ku tak di hargai, harus kah aku berkorban lagi ..???
maaf kasih.... aku ngak setegar pantai yang begitu setia di hempas badai.
terima kasih atas apa yang kau lakukan. akan ku kenang sepanjang hayat, kau telah banyak
mengajar ku arti sebuah persahabatan, kasih sayang ,rindu, dendam, setia dan kecewa,
perpisahan ini mungkin lebih baik untuk semua.
pertemuan kita ini bagaikan ombak , sekali ia datang menghempas pantai , ia akan pergi dan
semestinya ombak lain pula yang datang .
apapun , aku tak pernah menyesali perpisahan ini, tapi aku menyesali pertemuan kerna,
tampa pertemuan, perpisahan tak mungkin terjadi. ku harap kau mengerti .
luahan ini bukan berarti aku meminta kasih mu kembali, ia hanyalah luahan rasa dari
hati seorang kekasih yang di hianati cintanya.
selamat tinggal untuk mu... jauh di lubuk hatiku yang paling dalam, aku tetap mendo'akan
kebahagiaan mu......
terima kasih.
RAHMAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

PENDAPAT KAMU ??