Selasa, 11 Agustus 2009

Merawat luka yang membusuk


Aku masih disini.. di tebing sungai ini, aku duduk sendiri menghabiskan sisa-sisa waktuku, kusandarkan tubuh lunglaiku di bebatuan ini, mengingat kembali nostalgia indah bersamamu…
Sayaaaang….. di tebing ini dulu kita duduk berdua, bercerita bercanda saling meluahkan rasa …kau dengan manjanya memintaku tuk menyanyikan lagu indahnya kebersamaan, manisnya percintaan kita.
Sayaaaang….ditebing sungai ini jua dangan derai air mata cinta kau lapazkan sumpah setiamu ; abang.. jika tebing ini terpisah dari sungai.. jika air sungai ini berhenti mengalir mungkin saat itulah pupusnya rasa cinta dan sayangku padamu abang…. Jika di izinkan allah biarkanlah ukiran namamu dan namaku dari tetesan darah ku ini terpatri slamanya di bebatuan ini…sebagai bukti cintaku padamu abang…
Masih terngiang di telingaku, Seakan aku mendengar kembali kata2 keramat itu saat ini…
Kini… semuanya tinggal kenangan, nostalgia duka berbuah luka, memory pedih diantara serpihan hati yang tertatih.
Sayaaaangg….mengenangmu berarti menambah luka dalam hati ku.. mengingatmu bagaikan menyiram cuka pada lukaku yang membusuk..

Semuanya ku terima sebagai hadiah dari kesetiaanku, perhargaan tuk ketulusan hati seoarang yang di hianati cintanya, pemberian yg paling berharga tuk insan polos ini….
Slamat jalan sayang..slamat berbahagia dengannya…memang cinta tak harus memilki, setidaknya aku pernah memiliki setetes air matamu yang mengering didadaku, disanalah aku merawatnya dan ga akan kubiarkan ada air mata yang lain menimpa tetesan air matamu di dadaku…

Insan yang terluka
-----------------------------
rahman

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

PENDAPAT KAMU ??