Tampilkan postingan dengan label 24 Artav Antivirus Anti Virus yg dibuat anak SMP indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 24 Artav Antivirus Anti Virus yg dibuat anak SMP indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Juli 2011

Inilah Wajah Anak Kelas 2 SMP yang Berhasil Membuat Antivirus Artav anak indonesia asli

INDONESIA harus bangga dengan anak ini. dalam usia yang relativ muda sudah mampu menciptakan salah satu program yang menurut kacamatan kami yang awam ini sangat bagus dan membanggakan.


Artav Antivirus. Apa itu Artav? Baru dengar yang namanya Artav Antivirus? Silakan duduk sebentar buat menyimak cerita inspiratif dibalik kehebatan antivirus ini. Memang namanya belum setenar dan se-booming Smadav, antivirus lokal pendahulunya. Tapi pernahkah terlintas di benak teman-teman kalau antivirus yang satu ini penemunya adalah seorang muda-mudi usia belasan tahun, wow. Siapa penemunya? adalah Arrival Dwi Sentosa, remaja kelas 2 yang masih bersekolah menengah pertama di SMP negeri 48 Bandung. Perlu kita beri credit point, saat anak muda seusianya sibuk dengan urusan pubertasnya, anak muda yang satu ini sudah selangkah lebih awal melakukan sebuah inovasi canggih. Two Thumbs up for this guy

Mari kita mulai tengok kehebatan antivirus ini dari segi teknis. Meskipun ditemukan oleh remaja belia, fitur yang diciptakan tidak main-main. Fasilitas yang dimiliki Artav Antivirus pun boleh diadu di kelasnya. Artav Antivirus didukung oleh fitur Realtime Protection, Mail Scanner, Link Scanner & USB protected sampai Anti Hacker. Bahkan, di versi teranyarnya, Artav 2.4 memasukkan fitur Rootkit dan Worm Detector. Artav Antivirus, sampai saat ini mampu mendiagnosa hampir 2000 varian virus. Dan tentu perbendaharaan varian database nya akan terus bertambah seiring berjalanya waktu.
Bicara soal proses pembuatan, Ival (sapaan akrab Arrival) membutuhkan waktu 1 tahun. Itupun secara otodidak. Awal ketertarikan Ival dengan virus dimulai karena kesal komputer di rumahnya sering terkena virus. Disitu Ival mulai penasaran dengan kinerja virus yang menyerangnya, dia lalu mencari referensi dari buku & Internet lalu terjun mempelajari visual basic. Sampai pada akhirnya dicapailah sebuah penemuan yang mutakhir ini. Untuk urusan desain tampilan Artav Antivirus Ival dibantu oleh kakaknya, Taufik Aditya Utama. Yang juga masih bersekolah di bangku kelas 2, SMA 25 Negeri Bandung. Itu sebabnya antivirus ini dinamakan Artav, yang berarti singkatan dari Arrival Taufik Antivirus.

Ival juga bercerita, pada awalnya dia membagikan antivirus ini untuk teman-teman dan keluarganya. Mendapat dukungan yang baik, Ival pun akhirnya memberanikan diri mempublikasikan karyanya via facebook. Voila, respon dari khalayak di facebook ternyata sangat positif. Kabarnya sampai saat ini Artav Antivirus sudah diunduh lebih dari 20.000 user lokal maupun interlokal. Cool, sebuah pencapaian yang fantastis untuk remaja seusinya. Langsung saja buat teman-teman yang penasaran dengan karya hebat si cilik ini, bisa langsung unduh aplikasinya disini. Atau boleh juga berkunjung ke website official artav antivirus. Mari kita beri apresiasi yang meriah untuk karya tunas bangsa ini

Jumat, 29 April 2011

Suku tana Toraja





Tana Toraja di Sulawesi Selatan sudah lama terkenal dengan alam pegunungannya yang permai serta ritual adatnya yang unik. Yang paling tersohor, tentu saja, pesta Rambu Solo yang digelar menjelang pemakaman tokoh yang dihormati. Tiap tahun pesta yang berlangsung di beberapa tempat di Toraja ini senantiasa mengundang kedatangan ribuan wisatawan.

Selain Rambu Solo, sebenarnya ada satu ritual adat nan langka di Toraja, yakni Ma’ Nene’, yakni ritual membersihkan dan mengganti busana jenazah leluhur. Ritual ini memang hanya dikenal masyarakat Baruppu di pedalaman Toraja Utara — sebuah kabupaten baru. Biasanya, Ma’ Nene’ digelar tiap bulan Agustus.

Saat Ma’ Nene’ berlangsung, peti-peti mati para leluhur, tokoh dan orang tua, dikeluarkan dari makam-makam dan liang batu dan diletakkan di arena upacara. Di sana, sanak keluarga dan para kerabat sudah berkumpul. Secara perlahan, mereka mengeluarkan jenazah (baik yang masih utuh maupun yang tinggal tulang-belulang) dan mengganti busana yang melekat di tubuh jenazah dengan yang baru.

Mereka memperlakukan sang mayat seolah-olah masih hidup dan tetap menjadi bagian keluarga besar.

Ritual Ma’ Nene’ oleh masyarakat Baruppu dianggap sebagai wujud kecintaan mereka pada para leluhur, tokoh dan kerabat yang sudah meninggal dunia. Mereka tetap berharap, arwah leluhur menjaga mereka dari gangguan jahat, hama tanaman, juga kesialan hidup.

Dari mana asal muasal ritual Ma’ Nene’ di Baruppu? Kisah turun-temurun menyebutkan, pada zaman dahulu terdapatlah seorang pemburu binatang bernama Pong Rumasek. Saat sedang berburu di kawasan hutan pegunungan Balla, bukannya menemukan binatang hutan, ia malah menemukan jasad seseorang yang telah lama meninggal dunia. Mayat itu tergeletak di bawah pepohonan, telantar, tinggal tulang-belulang.

Merasa kasihan, Pong Rumasek kemudian merawat mayat itu semampunya. Dibungkusnya tulang-belulang itu dengan baju yang dipakainya, lalu diletakkan di areal yang lapang dan layak. Setelah itu, Pong Rumasek melanjutkan perburuannya.

Tak dinyana, semenjak kejadian itu, setiap kali Pong Rumasek berburu, ia selalu beroleh hasil yang besar. Binatang hutan seakan digiring ke dirinya. Bukan hanya itu, sesampainya di rumah, Pong Rumasek mendapati tanaman padi di sawahnya pun sudah menguning, bernas dan siap panen sebelum waktunya.

Pong Rumasek menganggap, segenap peruntungan itu diperolehnya berkat welas asih yang ditunjukkannya ketika merawat mayat tak bernama yang ditemukannya saat berburu.

Sejak itulah, Pong Rumasek dan masyarakat Baruppu memuliakan mayat para leluhur, tokoh dan kerabat dengan upacara Ma’ Nene’.

Dalam ritual Ma’ Nene’ juga ada aturan tak tertulis yang mengikat warga. Misalnya, jika seorang istri atau suami meninggal dunia, maka pasangan yang ditinggal mati tak boleh kawin lagi sebelum mengadakan Ma’ Nene’ untuknya.

Ketika Ma’ Nene’ digelar, para perantau asal Baruppu yang bertebaran ke seantero negeri akan pulang kampung demi menghormati leluhurnya. Warga Baruppu percaya, jika Ma’ Nene’ tidak digelar maka leluhur juga akan luput menjaga mereka. Musibah akan melanda, penyakit akan menimpa warga, sawah dan kebun tak akan menghasilkan padi yang bernas dan tanaman yang subur.

sumber : yahoo indonesia

oleh : Oleh Andari Karina Anom

Kamis, 27 Januari 2011

24 Artav Antivirus Anti Virus yg dibuat anak SMP indonesia

 Saya sangat hoby dan bangga bila melihat ada anak indonesia yang mampu menciptakan sesuatu.apalagi itu menyangkut dunia multimedia, terasa kembang nih kepala gua. saya saja yang udah tua ga nyampe kesana deh ilmunya, saking senangnya saya postingkan di blog saya yang sederhana ini.
Barusan saya habis ngeliat twitny Om Onno, ” http://on.fb.me/eumdjO page resmi ARTAV Anti Virus buatan Arrival Dwi Sentosa yang masih kelas 2 SMP! .. cool banget!!”
Setelah go to tkp, wow. Mangstabs, antivirus layaknya antivirus profesional. Anti virus ini di buat oleh anak yang masih duduk di bangku SMP, apalagi rumahnya dekat dengan kampus saya :D.
Dari webnya sendiri “http://www.artav-antivirus.com/” versi terbaru yang sudah dikeluarkan yaitu versi 2.4, dari penampilan screenshotnya terkesan antivirus yang biasa kita jumpai tapai saya belum mencobanya langsung, mudah-mudahan bisa mencoba hasil karya anak bangsa. Bener2 salut diusia yang masih sangat muda sudah menghasilkan karya yang luar biasa di mana anak seusianya masih main bahkan ada yg ikutan geng motor he3.
Bagi agan-agan yang pernasaran silakan dijajal antivirus buatan Arrival, klo senang dan manfaa atau mau mendukungnya silakan transfer donasi ke rekening yang ada diwebnya. Jangan lupa selalu dukung karya anak bangsa, supaya bisa lepas dari penjajahan teknologi :). Dan sekali lagi saya bangga sampe posting di tengah malam gini :D , jangan sungkan dukung anak bangsa kita. biar kelak bisa mengajar yang lain menjadi pencipta program seperti dia.

Penambahan AV Luar Yang Support dengan ARTAV :
-Microsoft Security Essentials
Perbaikan Fitur :
-Perbaikan Error pada Online Update
-Optimalisasi Bahasa Inggris
Penambahan Fitur :
-Worm Detector
-Penambahan Gambar Shiels True & False Sebagai Penanda
-Rootkit Detector
Virus Update :
-Penambahan 313 Variant Virus
(Email.Worm|Trojan.Keylogger|Conficker|Rootkit)
 
 
 
 
 
Biodata sang empunya :
Nama : Arrival Dwi Sentosa
Nick : Arrival
Alamat : Jl.Bojongsoang Kabupaten.Bandung
Kota : Bandung
Hoby : Buat Program
Agama : Islam
No Hp : 085721330422
Aktivitas : Belajar di SMP
Planning : Ingin Memajukan Teknologi khsusnya Programming di Indonesia
Status : Single (No Pacaran)
Pendidikan : SD Negeri Cipagalo 1,dari kelas 1-2

SD Negeri Cijagra 1   ,dari kelas 2-4

SD Negeri Sekelimus ,dari kelas 4-6

SMP Negeri 4-6 bandung