Rabu, 03 Juni 2009

gadis berjilbab di perkosa ayah kandung


Sungguh tak terpuji kelakuan ayah yang satu ini. Dia yang seharusnya melindungi kini malah merenggut “mahkota” si buah hati. Tragisnya, putrinya itu kini sedang hamil 5 bulan.

Nasib tragis akibat ulah ayah “badau” ini dialami JS (14), warga Jalan Merak Kelurahan Gambir Baru, Kecamatan Kota Kisaran Timur. JS Hamil 5 bulan mengaku telah diperkosa ayahnya, BS.


Mendapati laporan ini, tersangka BS (49) langsung diringkus petugas Polres Asahan, Selasa (6/1) sekitar pukul 19.00 WIB, dari salah satu warung tuak yang ada di Desa Gajah Kecamatan Meranti Asahan.

Kasus pemerkosaan itu terungkap setelah beberapa tetangga curiga melihat kondisi perut dan tubuh korban yang makin membesar. Karena penasaran, ibu korban T Br Panjaitan akhirnya membawa JS ke bidan untuk diperiksa.

Perempuan setengah baya itu pun bukan main kagetnya mendengar keterangan bidan hasil diagnosa awal menyatakan korban telah hamil dengan usia kandungan 5 bulan.

Meski telah dibujuk, semula korban tidak bersedia menceritakan peristiwa yang dialaminya itu. Namun karena terus didesak, akhirnya korban menceritakan kejadian yang dialaminya dan mengaku diperkosa oleh ayah kandungnya.

Mendengar pengakuan putrinya itu, ibu korban langsung melaporkan peristiwa itu ke Mapolres Asahan guna pengusutan, dan petugas Polres Asahan pun langsung meluncur ke lapangan meringkus pelaku.

Menurut penuturan korban, peristiwa pemerkosaan yang dialaminya terjadi 17 Agustus 2008 lalu. Saat itu, usai mengikuti upacara bendera di sekolah, korban yang masih duduk di kelas III SLTP langsung pulang ke rumahnya yang saat itu sedang sepi. Sebab, ibu korban yang berprofesi sebagai pedagang sayuran masih (sedang) di pasar berjualan.

Saat korban di rumah seorang diri, tersangka datang dan langsung menutup pintu. Tersangka langsung masuk ke dalam kamar dan memanggil korban yang saat itu sedang nonton televisi di ruang tamu.

Tanpa rasa curiga korban langsung masuk ke dalam kamar dan menghampiri tersangka. Tiba-tiba tersangka langsung menarik tangan korban dan mengajak putri kandungnya itu untuk berhubungan. Terkejut dengan permintaan tersangka, korban langsung menolaknya dan berlari keluar kamar. Namun, tersangka langsung mengejar korban ke ruang tamu dan menarik lengannya hingga tersungkur ke lantai.

Tersangka langsung membuka paksa pakaian korban dan menyetubuhi putri kandungnya di lantai ruangan itu. Usai melampiaskan nafsu bejatnya, tersangka mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian itu kepada orang lain.

Saat itu tersangka mengancam korban dengan sebilah pisau dan mengatakan: “Nanti bapak ditangkap polisi, jadi jangan dibilang sama siapa-siapa.”

Selang beberapa lama, peristiwa serupa itu terulang kembali di tempat terpisah. Bahkan, tersangka telah berulang kali berbuat begituan termasuk di areal perkebunan sawit daerah Sei Balei Asahan. Menurut pengakuan korban, saat itu dirinya sering dibawa pergi tersangka dengan alasan mengunjungi neneknya di Desa Gajah Kecamatan Meranti. Korban hanya bisa pasrah ketika disetubuhi tersangka berulang kali.

Apalagi, korban sempat diiming-imingi akan dibelikan sepeda motor jika bersedia melayani nafsu bapaknya. “Nanti kalau kamu sudah sering melayani bapak, akan kubelikan kereta (red, sepeda motor) untuk sekolah. Tapi jangan kau bilang sama siapa-siapa,” kata korban menirukan ucapan tersangka.

Akhirnya, selang beberapa bulan kondisi tubuh korban mulai memprihatinkan dengan perut makin membesar. Kondisi itu akhirnya menarik perhatian warga hingga menjadi buah bibir.

1 komentar:

  1. Semoga korban bisa sabar menghadapi ujian yg berat, nafsu memang bisa membutakan siapa saja, semoga kita bisa mengalahkan nafsu jahat yg ada didiri kita.

    BalasHapus

PENDAPAT KAMU ??